Senin, 24 Februari 2014

Silabus Ulumul Hadits





KEMENTERIAN AGAMA

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI

(STAIN) PEKALONGAN

Alamat: Jalan Kusumabangsa No. 09 Pekalongan

Telp. (0285) 412575 Fax. 0285-423418 email: stain_pkl@telkom.net
 
SILABUS

Perguruan Tinggi                                : STAIN Pekalongan
Jurusan/Program studi                       : SYARI’AH/AS/ES
Mata kuliah                                         : Ulumul Hadis
Kode                                                   :
Bobot                                                  : 3 SKS
Semester                                            : II
Mata kuliah Prasyarat & Kode            : -
Dosen                                                 : A. Tubagus Surur

I.          Deskripsi Mata kuliah

            Mata kuliah ini membahas tentang Pengertian Hadits, Khabat, Sunnah dan Atsar baik dari segi Etimologi maupun Terminologi. Membahas juga mengenai Unsur-unsur hadits, sejarah Perkembangan Hadits baik dari masa Rasulullah SAW sampai masa pentakhrijan Hadits berbasis kitab-kitab hadits. Disamping itu pembahasan mengenai tinjauan hadits baik dari segi kualitas dan kuantitas. juga tentang ilmu-ilmu hadits yang berkembang .

II.        Kompetensi Mata kuliah

         Setalah mengikuti perkuliahan diharapkan mahasisiwa dapat mengetahui dan memahami tentang Ulumul Hadits dan memiliki kemampuan untuk mengaplikasikannya.
           
III. TOPIK BAHASAN


1.   Terminologi hadis, sunah, khobar dan atsar
2.   Unsur-unsur hadis
3.   Masa Pembentukan dan penyebaran hadis pada masa Rasulullah SAW dan sahabat
4.   Masa tadwinul hadis
5.   Masa penyeleksian dan penyaringan hadis
6.   Masa penghafalan dan pengikhtisharan  hadis
7.   Sunnah sebagai sumber Hukum Islam II
8.   Kelompok inkar sunnah

Bahasa Ibu Yang Hilang



BAHASA IBU YANG HILANG

Setiap orang pasti memiliki pengalaman yang hampir sama ketika mau mengingat hal-hal yang pernah terjadi dahulu di waktu kecil. Pengalaman apa itu ? adalah pengalaman bagaimana orang tua kita dulu sewaktu kita kecil memberikan beberapa pelajaran tata krama dan langsung dipraktikan, yaitu; ketika menerima tamu kerabat ayah yang bersilaturahmi kerumah. Ayah segera mengundang seluruh anggota keluarganya untuk turut menyambut  tamunya. Satu persatu anggota keluarga diperkenalkan kepada sang  tamu.

“Ayo beri salam kepada sahabat ayah”, pinta ayah kepada putra pertamanya. “ayo salim[1]”tangan ayah meraih kepala putra yang kedua dan ketiga sebagai ajakan untuk salim. “Ini anakku yang pertama, ini yang nomor dua, dan ini yang nomor tiga”, kata ayahku memperkenalkan kepada sang tamu. Kami pun bertatap muka dengan tamu tersebut.